Selayang pandang dengan Ketum PSI

Dahulu PSI ( PARTAI SERIKAT ISLAM )

lalu PSI ( PARTAI SOSIALISASI INDONESI )

sekarang PSI ( PARTAI SOLIDARITAS INDONESIA )

KONFRONTASI- HOS Tjokroaminoto sebagai guru bangsa di Surabaya dengan tiga murid terkemukanya di lingkungan pergerakan yakni Musso, Soekarno dan Kartosuwiryo, telah membawa zaman baru pergerakan di era colonial Indonesia. Pendidikan politik dan konsientisasi (penyadaran) oleh para tokoh pergerakan itu telah mengharu-biru lanskap politik modern abad 20.

Demikian pandangan yang disampaikan Herdi Sahrasad ( anggota INDEMO dan peneliti/akademisi Universitas Paramadina) dalam diskusi terbatas‘’Satu Guru Tiga Ideologi’’ di Indonesia Democracy Monitor (INDEMO) di Lautse, Jakarta, Rabu (9/8/17) yang dipandu budayawan Isti Nugroho dan dihadiri dr Hariman Siregar, tokoh Malari dan pimpinan INDEMO.

Diskusi buku ‘’Satu Guru Tiga Ideologi’’merupakan pembahasan awal atas buku karya Herdi Sahrasad dan Al Chaidar tersebut. Hariman mengkritik tajam buku itu karena ada berbagai kekeliruan dan salah cetak, misalnya istilah PSI yang tidak dijelaskan sebagai Partai Serikat Islam, karena membingungkan pembaca yang mungkin lebih ingat PSI-nya Sutan Syahrir (Partai Sosialis Indonesia). Hariman juga mengoreksi tentang alasan Kartosuwiryo memberontak karena tidak mau pasukannya ditarik mundur karena hanya akan didominasi dan dikuasai oleh tentara kolonial, selain karena aspirasinya untuk mendirikan NII/TII, yang pasti ditentang oleh kaum republiken dan nasionalis, bahkan hampir pasti kalah sebab aspirasi Negara Islam itu relatif terbatas/tipis dan hanya minoritas karena mayoritas umat Islam menginginkan Negara kebangsaan, bukan Negara Islam...

Jelas ya , negara mnginginkan NEGARA KEBANGSAAN BUKAN NEGARA ISLAM ....

BERKAITANLAH DENGAN KEINGINANYA KONSEP TRISAKTI



Mba Grace Natalie (Ketum PSI) dengan Khayat H


3 konsep Trisakti bung karno


Satu guru, tiga ideologi

Komentar